SPIRITNESIA.COM, KUPANG – Panggung politik Nusa Tenggara Timur (NTT) memanas. Anggota DPRD Provinsi NTT dari Fraksi PDI-Perjuangan, Nelson Matara, melontarkan kritik pedas yang menelanjangi isi pidato Gubernur NTT, Laka Lena. Meski secara retoris disebut “luar biasa”, Nelson mencium aroma manipulasi data di balik narasi keberhasilan pemerintah.
Hal ini disampaikan Anggota DPRD Provinsi NTT dari Fraksi PDI-Perjuangan, Nelson Matara kepada awak media ini ketika diwawancarai wartawan di Aula Gedung DPRD Provinsi NTT pada, Kamis, 20/02/2026.
Nelson secara frontal menuding Gubernur sengaja “main aman” dengan menyembunyikan data riil angka stunting di NTT. Baginya, pidato tersebut hanyalah bungkus cantik untuk menutupi kegagalan pemerintah dalam menangani gizi buruk yang masih mencekik rakyat.
“Pidato Gubernur sangat luar biasa, tapi data stunting itu Gubernur sembunyikan! Tidak menyampaikan itu. Padahal ini persoalan nyawa dan masa depan NTT,” tegas Nelson.
Klaim penurunan angka kemiskinan dalam pidato Gubernur juga dianggap Nelson sebagai lelucon yang tidak lucu. Ia mempertanyakan logika pemerintah: bagaimana mungkin kemiskinan diklaim turun sementara angka stunting tetap meroket?
“Ini tidak matching! Rakyat masih dalam kondisi rentan. Pemerintah jangan hanya jualan angka manis, jujurlah kepada masyarakat,” semprotnya.
Tak berhenti di situ, Nelson menyoroti kegagalan sinkronisasi antara pemerintah pusat dan daerah. Ia menilai program-program nasional yang digembar-gemborkan pusat seperti tidak berbekas di wilayah NTT bagian timur.
“Artinya tidak nyambung! Kalau program nasional itu berjalan, harusnya dampaknya nyata, bukan cuma jadi teks pidato yang tidak dirasakan rakyat di pelosok,” sindirnya.
Sektor pertanian dan perikanan pun tak luput dari serangan. Meski Gubernur memamerkan kenaikan produksi, Nelson menyebut itu hanya sukses di atas kertas. Faktanya, daya beli petani dan nelayan NTT masih “tiarap”.
“Produksi naik buat apa kalau rakyat tetap tidak bisa beli apa-apa? Pendapatan mungkin naik tipis, tapi kalau daya beli macet, rakyat tetap miskin. Jangan membohongi diri sendiri!” tandas Nelson.
Di akhir pernyataannya, Nelson mendesak Gubernur Laka Lena untuk berhenti bersandiwara dengan data. Ia menuntut transparansi total terkait angka pengangguran dan dampak nyata program pemerintah. Bagi Nelson, rakyat NTT bukan penonton yang bisa terus-menerus disuapi laporan kinerja yang “dipercantik”. (Melky)

