SPIRITNESIA.COM, KUPANG – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Imanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan komitmennya untuk menjadikan sektor pendidikan sebagai instrumen strategis dalam membangun kualitas manusia yang relevan dengan kebutuhan daerah. Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi NTT dengan agenda Peringatan Satu Tahun Kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT di Ruang Sidang Utama Gedung DPRD NTT, Jumat (20/02/2026).
Dalam pidatonya, Gubernur Melki menekankan bahwa arah kebijakan pendidikan di masa kepemimpinannya wajib selaras dengan sektor unggulan NTT, seperti kelautan, pertanian, peternakan, pariwisata, dan penguasaan teknologi.
“Pendidikan di NTT harus relevan dengan sektor unggulan daerah, sehingga lulusan tidak tercerabut dari konteks sosial-ekonomi tempat mereka tumbuh,” ujar Melki di hadapan para anggota legislatif.
Sebagai langkah konkret, Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT telah membentuk 88 titik Sekolah Rakyat di seluruh kabupaten/kota. Salah satunya adalah Sekolah Rakyat di UPT Sentra Efata Kupang yang kini melayani 100 siswa jenjang SMP dari keluarga kurang mampu.
Tak hanya itu, untuk menekan angka putus sekolah, Pemprov NTT menyalurkan Program Bantuan Siswa Miskin kepada 1.124 siswa. Setiap siswa menerima bantuan sebesar Rp200.000 per bulan dengan total alokasi anggaran mencapai Rp2,697 miliar. “Faktor ekonomi tidak boleh menjadi alasan anak-anak NTT putus sekolah,” tegasnya.
Penguatan pendidikan vokasi juga menjadi prioritas melalui pengembangan sekolah berasrama berbasis potensi daerah di belasan kabupaten. Program ini diperkuat dengan inkubator vokasi pemuda yang bekerja sama dengan Bank Indonesia dan Universitas Widya Mandira.
Di sisi lain, aspek kesejahteraan pendidik tidak luput dari perhatian. Pada tahun 2025, Pemprov NTT telah mengalokasikan insentif sebesar Rp9,09 miliar bagi 1.515 guru dan tenaga kependidikan, khususnya bagi mereka yang bertugas di wilayah pelosok (perifer).
Di era digital, Pemprov NTT telah melakukan percepatan transformasi pada 340 sekolah serta aktivasi akun belajar.id di 22 kabupaten/kota. Sebanyak 207 Guru Duta Teknologi dikerahkan sebagai motor penggerak, didukung oleh uji coba aplikasi Cerdig untuk sistem pembelajaran yang lebih transparan.
Upaya ini mulai membuahkan hasil nyata pada tahun 2025, dengan capaian prestasi siswa yang signifikan:
4.642 siswa lolos ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN).
2.137 siswa mengikuti seleksi sekolah kedinasan.
25 siswa berhasil menembus SMA Taruna Nusantara.
Gubernur Melki menutup pidatonya dengan optimisme bahwa capaian ini merupakan fondasi awal untuk masa depan NTT. “Membangun pendidikan hari ini berarti menyiapkan masa depan Nusa Tenggara Timur yang lebih berdaya saing dan sejahtera,” pungkasnya. (Melky)

