SPIRITNESIA.COM, UPANG – Rapat Umum Pemegang Saham RUPS Tahunan dan RUPS Luar Biasa Bank NTT berlangsung marathon hingga hampir pukul 19.00 Wita. Dalam rapat yang diikuti seluruh kepala daerah pemegang saham bersama pihak Bank Jatim, sejumlah keputusan strategis disepakati untuk memperkuat kinerja dan transformasi Bank NTT ke depan.
Gubernur NTT Melki Laka Lena bersama para pemegang saham menyebut rapat berlangsung konstruktif dengan pembahasan mendalam terkait kondisi internal perbankan, mulai dari pengembangan aset, bisnis, hingga strategi peningkatan pelayanan.
“Diskusinya sangat bagus. Kami mengecek satu per satu parameter Bank NTT, baik dari sisi aset, pengembangan bisnis, hingga strategi ke depan. Kepala daerah jadi semakin memahami isi perut perbankan,” ungkapnya usai RUPS.
Dalam RUPS Tahunan, pemegang saham menerima laporan pertanggungjawaban direksi dan komisaris Bank NTT. Pembagian dividen diputuskan tetap sama seperti tahun sebelumnya.
RUPS juga menekankan peran Bank NTT dalam mendukung program prioritas Pemprov dan pemerintah kabupaten/kota di NTT.
“Direksi dan komisaris harus mendukung program prioritas pemerintah daerah. Minimal ada satu program strategis di tiap kabupaten/kota yang didukung Bank NTT,” tegasnya.
Pemegang saham menyepakati penyesuaian struktur organisasi sesuai rekomendasi OJK. Jumlah direksi yang sebelumnya direncanakan 7 orang dikembalikan menjadi 5 direksi, sedangkan komisaris menjadi 3 orang.
Salah satu keputusan penting adalah penetapan pejabat Direktur Kepatuhan Bank NTT. Posisi tersebut dipercayakan kepada figur dari Bank Jatim yang telah lolos uji OJK.
“Beliau memiliki pengalaman sekitar 30 tahun di dunia perbankan dan berasal dari Bank Jatim. Rencananya akan dilantik Selasa pukul 14.30 Wita,” jelasnya.
Pemegang saham juga menyepakati pengusulan Rita sebagai calon Komisaris Independen untuk melengkapi struktur kepengurusan Bank NTT.
Penambahan modal juga disepakati. Pemprov NTT menambah penyertaan modal Rp30 miliar, Kabupaten Malaka Rp5 miliar, dan Kabupaten Alor Rp3 miliar. RUPS membuka peluang penyertaan modal dalam bentuk aset seperti tanah untuk mendukung pengembangan Bank NTT.
Pihak pemegang saham optimistis keputusan ini membuat Bank NTT lebih kuat dan kompetitif.
“Kami semua kepala daerah berkomitmen membesarkan Bank NTT agar semakin berkontribusi bagi pelayanan masyarakat di berbagai bidang,” ujarnya.
Masyarakat diajak memanfaatkan fasilitas Kredit Usaha Rakyat KUR Bank NTT yang kini mencapai Rp350 miliar. Dari jumlah tersebut, Rp50 miliar dialokasikan khusus bagi pekerja migran asal NTT.
“Teman-teman pekerja migran silakan berkomunikasi dengan Bank NTT. Ada KUR Rp50 miliar yang disiapkan. Pelaku usaha produktif yang selama ini sulit mengakses perbankan juga silakan memanfaatkan fasilitas ini,” katanya.

