Service

Our Services

There are many variations words pulvinar dapibus passages dont available.

01

Customer Services

Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting

Read More
02

Cyber Security

Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting

Read More
03

Cloud Computing

Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting

Read More
04

IT Management

Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting

Read More
Our Blog

Our Blog

There are many variations words pulvinar dapibus passages dont available.

Pastikan Kesiapan Mental Pemimpin Sekolah, 104 Calon Kepsek NTT Ikuti Tes Keswa

SPIRITNESIA.COM, KUPANG – Proses seleksi calon Kepala Sekolah (Kepsek) di lingkup Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) kini memasuki tahap krusial. Sebanyak 104 peserta yang sebelumnya menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) menjalani pemeriksaan kesehatan jiwa di Kupang, Senin (23/03/2026).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Ambrosius Kodo, menegaskan bahwa seluruh rangkaian seleksi dilakukan secara transparan dan sesuai regulasi, yakni Permendiknas Nomor 7 Tahun 2025 serta mengantongi Persetujuan Teknis (Pertek) dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).

“Semua tahapan sudah kita lakukan sesuai mekanisme. Hari ini kita masuk pada tahap pemeriksaan kesehatan jiwa bagi 104 calon untuk memastikan kesiapan mental mereka dalam memimpin satuan pendidikan,” ujar Ambrosius kepada media.

Ia menjelaskan, bagi calon yang belum dipanggil pada tahap pertama ini diharapkan bersabar. Mereka akan diakomodir pada tahap kedua setelah dokumen Pertek dari BKN diterbitkan. Selain pengisian jabatan, tahap lanjutan juga akan mencakup skema promosi dan rotasi jabatan guna penyegaran organisasi.

Ambrosius menekankan bahwa pemeriksaan kesehatan jiwa menjadi syarat mutlak agar kepala sekolah yang terpilih memiliki ketahanan mental dalam mengemban tanggung jawab besar. Berdasarkan arahan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT periode Melki-Joni, para kepala sekolah nantinya wajib fokus pada tiga mandat utama:

1. Penguatan Karakter: Menjadikan karakter sebagai fondasi utama peserta didik.

2. Peningkatan Kualitas Belajar: Mendorong capaian literasi dan numerasi guna menghadapi tes kemampuan akademik SMA/SMK pada September 2026.

3. Kemandirian Siswa: Membangun jiwa kewirausahaan (entrepreneurship) di lingkungan sekolah.

“Profesionalisme kepala sekolah ke depan juga diukur dari kemampuannya membangun kemandirian peserta didik melalui penanaman jiwa kewirausahaan,” tambahnya.

Pemerintah Provinsi NTT menargetkan pelantikan perdana kepala sekolah di bawah kepemimpinan Melki-Joni akan dilaksanakan pada 25 April 2026 pukul 15.00 WITA.

Terkait kelulusan, Ambrosius memastikan tidak ada sistem gugur dalam proses ini selama peserta mengikuti seluruh tahapan, kecuali bagi mereka yang terkendala aturan batas usia.

“Tidak ada yang tidak lulus sepanjang mengikuti proses, kecuali yang memang sudah melewati batas usia,” pungkasnya. (SN)

Momen Halal Bihalal, Gubernur NTT Sambangi Kediaman Pimpinan Forkopimda

SPIRITNESIA.COM, KUPANG – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, melakukan kunjungan silaturahmi ke sejumlah pimpinan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam rangka merayakan Idul Fitri 1447 Hijriah, Sabtu (21/3/2026).

Kunjungan yang berlangsung dari pagi hingga siang hari tersebut menyasar kediaman beberapa tokoh kunci, di antaranya Komandan Lanud El Tari Marsma TNI Somad, Kapolda NTT Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, Ketua MUI Provinsi NTT H. Muhammad S. Wongso, serta Anggota DPRD Provinsi NTT H. Mohammad Ansor.

Dalam suasana yang penuh kekeluargaan, Gubernur Melki menekankan bahwa momentum Idul Fitri memiliki makna mendalam yang melampaui ritual keagamaan. Menurutnya, perayaan ini harus menjadi landasan moral untuk memperkuat kolaborasi demi kemajuan daerah.

“Makna Idul Fitri tidak hanya sebatas perayaan keagamaan, tetapi juga menjadi landasan moral untuk memperkuat kolaborasi antara Pemerintah Provinsi NTT dan Forkopimda,” ujar Gubernur Melki di sela-sela kunjungannya.

Ia menambahkan bahwa nilai-nilai seperti saling memaafkan dan membangun kepercayaan (trust) adalah modal utama dalam menciptakan koordinasi pemerintahan yang harmonis dan efektif. Dengan hubungan yang solid antar-pimpinan, tantangan pembangunan di NTT diharapkan dapat diselesaikan dengan lebih cepat.

“Semangat mempererat persaudaraan ini menjadi kunci untuk menjaga keamanan, mempercepat pembangunan, serta mewujudkan kesejahteraan masyarakat NTT secara berkelanjutan,” tambahnya.

Dalam agenda Halal Bihalal ini, Gubernur didampingi oleh jajaran pejabat teras lingkup Pemprov NTT, termasuk Plh. Sekretaris Daerah Flouri Rita Wuisan, sejumlah Staf Ahli Gubernur, Asisten Administrasi Umum, serta para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Wujud Kepedulian Sosial, GMNI Kupang Bantu Pasien Rawat Jalan di Rumah Singgah Naikoten

SPIRITNESIA.COM, KUPANG – Menyongsong perayaan Dies Natalis ke-72, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kupang menggelar aksi kemanusiaan dengan menyalurkan bantuan sosial (bansos) bagi pasien di Rumah Singgah Yayasan Ratu Pecinta Damai, Naikoten, Kamis (19/3/2026).

Kegiatan ini merupakan agenda utama dalam rangkaian peringatan hari jadi organisasi. Penyaluran logistik tersebut menjadi bukti nyata komitmen GMNI dalam mengamalkan nilai ideologi yang berpihak pada kaum Marhaen, terutama mereka yang sedang berjuang melawan penyakit jauh dari kampung halaman.

Rumah singgah tersebut saat ini dihuni oleh puluhan pasien rawat jalan beserta keluarga pendamping yang berasal dari berbagai kabupaten di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Ketua DPC GMNI Kupang, Jacson Marcus, menegaskan bahwa aksi ini lahir dari kesadaran kader terhadap realitas sosial. Menurutnya, penderitaan kaum Marhaen adalah bagian dari perjuangan kader GMNI yang bersemboyan “Pejuang Pemikir-Pemikir Pejuang”.

“Saudara-saudara kita di sini tidak hanya berjuang melawan penyakit medis, tetapi juga keterbatasan ekonomi selama masa pengobatan di Kota Kupang. GMNI hadir bukan untuk mengobati secara medis, tetapi untuk sedikit meringankan beban kebutuhan harian pasien dan keluarga,” ujar Jacson di sela-sela kegiatan.

Selain memberikan bantuan fisik, para kader GMNI juga menyempatkan diri berdialog dan memberikan penguatan moral agar para pasien tetap semangat dalam menjalani masa pemulihan.

Dalam kesempatan tersebut, Jacson juga memberikan catatan kritis kepada pemerintah daerah. Ia mendesak agar pemerintah kabupaten asal para pasien memberikan intervensi anggaran dan fasilitas yang memadai bagi warga mereka yang harus menetap sementara di rumah singgah selama masa perawatan di ibu kota provinsi.

Senada dengan hal itu, Ketua Yayasan Ratu Pecinta Damai, Kaka Virgo, menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian para mahasiswa. Ia berharap aksi ini memicu kolaborasi lebih luas antarberbagai pihak.

“Terima kasih untuk teman-teman GMNI. Harapan kami kedepan, ada kolaborasi yang lebih kuat untuk saling menolong. Kami juga meminta pemerintah memperhatikan persoalan administrasi masyarakat, seperti NIK, status kependudukan, dan jaminan kesehatan agar akses pengobatan lebih mudah,” tutur Virgo.

Aksi sosial ini ditutup dengan doa bersama untuk kesembuhan para pasien dan kesuksesan rangkaian acara Dies Natalis GMNI ke-72.