Rawat Toleransi di NTT, Viktor Laiskodat Berbagi Sembako dan Buka Puasa Bersama Anak Panti di Kupang

SPIRITNESIA.COM, KUPANG – Anggota DPR RI Fraksi NasDem, Viktor Bungtilu Laiskodat, menggelar aksi kemanusiaan dengan berbuka puasa bersama sekaligus membagikan sembako di Panti Asuhan Al Hikmah dan Panti Asuhan Al Attin, Kelurahan Nunbaun Sabu, Kota Kupang, Jumat (20/02/2026).

Kehadiran mantan Gubernur NTT ini disambut riuh penuh kegembiraan oleh anak-anak panti dan para orang tua. Meski sedang menjalankan ibadah puasa, antusiasme warga tetap tinggi, menciptakan suasana Ramadan yang hangat dan penuh kebersamaan.

Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut, Anggota DPRD Kota Kupang, Jabir Marola, serta sejumlah tokoh masyarakat setempat yang ikut meramaikan agenda sosial tersebut.

Dalam sambutannya, Viktor Laiskodat menekankan pentingnya menjaga nilai toleransi di Nusa Tenggara Timur. Ia menegaskan bahwa predikat NTT sebagai “Nusa Terindah Toleransi” harus terus dirawat melalui tindakan nyata, salah satunya dengan saling berbagi tanpa memandang perbedaan latar belakang.

“Anak-anak panti asuhan adalah harapan masa depan bangsa. Mereka perlu dirangkul dan diperhatikan secara bersama-sama,” ujar Viktor di hadapan para penghuni panti.

Sebagai wujud kepedulian, Viktor menyerahkan secara simbolis 150 paket sembako kepada anak-anak panti asuhan dan umat Muslim di sekitar lokasi. Raut wajah bahagia dan syukur terpancar dari para penerima manfaat yang merasakan langsung berkah Ramadan melalui aksi berbagi ini.

Sementara itu, Ketua DPD Partai NasDem Kota Kupang, Salmun Nubatonis, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Safari Ramadan Viktor Bungtilu Laiskodat selama berada di Kota Kupang.

Menurut Salmun, momen ini bukan sekadar seremonial, melainkan jembatan silaturahmi antara wakil rakyat dengan masyarakat. Ia juga mengingatkan bahwa kepedulian sosial adalah nilai utama dalam kehidupan berbangsa.

“Kami mengajak masyarakat untuk terus fokus beribadah dan memprioritaskan pendidikan. Hanya melalui pendidikan, kita dapat memutus rantai kemiskinan dan berkontribusi lebih besar bagi pembangunan daerah maupun negara,” pungkas Salmun. (Melki)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *