SPIRITNESIA.COM, KUPANG – Gedung DPRD Kabupaten Kupang yang seharusnya menjadi simbol kehormatan rakyat, kini tercoreng oleh bau busuk dugaan skandal kekerasan seksual. Jika tak ada aral melintang, Rabu (25/02/2026), gelombang massa yang tergabung dalam Aliansi Peduli untuk Korban akan mengepung kantor tersebut untuk menuntut keadilan bagi korban yang diduga menjadi mangsa kebuasan oknum anggota dewan berinisial YM.
Aksi ini bukan sekadar seremoni jalanan, melainkan luapan kemarahan atas matinya nurani penguasa. Koordinator Lapangan (Korlap), Musa Laure, dengan nada berang menegaskan bahwa pihaknya tidak akan membiarkan predator berkedok pejabat berkeliaran bebas tanpa tersentuh hukum.
“Negara ini wajib melindungi rakyatnya, bukan malah membiarkan oknum pejabat menjadi ancaman nyata! Realitas hari ini menyakitkan: perempuan masih menjadi mangsa empuk kekuasaan yang korup secara moral,” gertak Musa saat ditemui di jantung Kota Kupang.
Musa menilai, dugaan tindakan YM adalah penghinaan terhadap konstitusi dan martabat manusia. Baginya, jabatan publik yang dipangku YM bukanlah tameng kebal hukum, melainkan amanah yang telah dikhianati secara menjijikkan. Kekerasan terhadap perempuan, tegas Musa, adalah kejahatan luar biasa yang tidak boleh diberi ruang sekecil apa pun untuk berkompromi.
“Jabatan itu untuk melayani rakyat, bukan alat untuk memuaskan syahwat dan menindas yang lemah! Kami mengecam keras tindakan pengecut ini!” tambahnya dengan nada tinggi.
Tak hanya menuntut proses hukum, Aliansi juga mengirimkan peringatan keras kepada aparat penegak hukum dan pihak-pihak yang mencoba “bermain api”. Mereka mendesak agar korban diberikan perlindungan berlapis dan pemulihan total tanpa ada intimidasi dari tangan-tangan gelap kekuasaan.
“Jangan coba-coba bungkam korban! Kami ingatkan kepada institusi terkait, setiap tetes air mata korban adalah api yang akan membakar ketidakadilan ini. Negara harus hadir, atau kalian dianggap bersekongkol dengan pelaku!” tegas Musa.
Aliansi Peduli untuk Korban kini menyerukan kepada seluruh elemen mahasiswa, organisasi masyarakat, dan rakyat sipil yang masih memiliki hati nurani untuk turun ke jalan besok. Mereka mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersatu melawan kezaliman dan memastikan bahwa tidak ada tempat bagi pelaku kekerasan seksual di bumi Kabupaten Kupang. (Melky)

