Nahkoda Lama, Misi Baru: Prodi Sejarah Menuju Akreditasi Unggul

Spiritnesia.com, Kupang – Universitas Persatuan Guru 45 kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi melalui pelantikan pejabat struktural, Sabtu (14/2/2025).

Dalam suasana khidmat yang berlangsung di Restoran Nelayan Kota Kupang, Omiano Sabu, S.Pd., M.Pd., resmi dilantik sebagai Ketua Program Studi Pendidikan Sejarah oleh Rektor Uly J. Riwu Kaho.SP., M.Si..

Pelantikan tersebut disaksikan jajaran pimpinan universitas, dosen, dan tenaga kependidikan. Momentum ini bukan sekadar seremoni pergantian kepemimpinan, melainkan peneguhan arah baru bagi Prodi Pendidikan Sejarah yang kembali dinakhodai sosok lama dengan semangat dan visi yang diperbarui.

Omiano bukanlah figur baru di lingkungan program studi tersebut. Pada periode kepemimpinan sebelumnya, ia sukses membawa Prodi Pendidikan Sejarah meraih akreditasi “Baik Sekali”. Capaian itu menjadi fondasi penting untuk melangkah lebih jauh.

Omiano memasang target lebih tinggi: mengantarkan program studi menuju akreditasi “Unggul”.

“Pada periode pertama saya menjabat, kita berhasil meraih akreditasi Baik Sekali. Itu merupakan hasil kerja keras bersama. Ke depan, dengan dukungan seluruh pihak, terutama Bapak dan Ibu dosen, saya yakin kita dapat meraih akreditasi Unggul,” ujar Omiano usai pelantikan.

Baginya, akreditasi bukan sekadar predikat administratif, melainkan cerminan kualitas tata kelola, proses pembelajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat. Karena itu, penguatan mutu akademik, peningkatan produktivitas riset, dan pembenahan manajemen program studi menjadi fokus utama dalam kepemimpinannya.

Ia juga menegaskan bahwa pendidikan sejarah memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda. Di tengah arus globalisasi dan perubahan sosial yang cepat, sejarah menjadi fondasi penting untuk menanamkan nilai kebangsaan dan kesadaran jati diri.

“Pendidikan sejarah bukan hanya tentang masa lalu, tetapi tentang membangun kesadaran jati diri, menanamkan nilai kebangsaan, serta membentuk karakter mahasiswa agar siap menghadapi dinamika zaman,” katanya.

Meski menyadari jalan menuju akreditasi Unggul tidaklah ringan, Omiano optimistis dengan kekuatan kerja kolektif. Tantangan pendidikan tinggi yang semakin kompleks dan kompetitif, menurutnya, justru menjadi pemacu untuk terus berbenah dan berinovasi.

“Saya manusia biasa. Namun karena campur tangan Tuhan dan dukungan semua pihak, hingga hari ini saya masih berdiri untuk memimpin program studi ini,” tuturnya dengan nada reflektif.

Dalam kesempatan yang sama, Rektor Uly J. Riwu Kaho menegaskan bahwa standar dan kualitas institusi tidak hanya ditentukan oleh program kerja di atas kertas, tetapi terutama oleh tanggung jawab nyata yang dijalankan setiap pejabat yang dilantik.

“Standar institusi yang lebih utama akan diukur dari tanggung jawab setiap jabatan yang dipikul oleh para pejabat yang dilantik hari ini,” tegasnya.

Menurut Rektor, jabatan adalah amanah yang harus dijalankan dengan integritas, dedikasi, dan komitmen terhadap kemajuan universitas. Setiap pemimpin diharapkan mampu menunjukkan kinerja profesional serta menjadi teladan bagi civitas akademika.

Ia juga memastikan bahwa evaluasi terhadap kinerja pimpinan akan terus dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga mutu dan efektivitas tata kelola kelembagaan.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *