Pesan Rektor Unwira ke Wisudawan: Pegang Teguh Prinsip 3T dalam ‘Kampus Kehidupan’

SPIRITNESIA.COM, KUPANG – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, meminta para lulusan Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang untuk mampu mengaktualisasikan ilmu pengetahuan sebagai solusi nyata bagi tantangan pembangunan di masyarakat.

Hal tersebut ditegaskan Gubernur Melki saat menghadiri Rapat Senat Luar Biasa dalam rangka Wisuda Pascasarjana Angkatan 45 dan Sarjana Angkatan 74 di Aula St. Maria Immaculata, Kampus Unwira, Rabu (25/3/2026).

“Wisuda bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal memasuki ‘kampus kehidupan’. Kami berharap lulusan Unwira tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru dengan mengoptimalkan potensi daerah,” ujar Melki di hadapan 489 wisudawan.

Gubernur juga memberikan apresiasi kepada Unwira yang dinilainya strategis dalam pengembangan SDM di NTT. Menurutnya, Unwira memiliki keunggulan kompetitif melalui jejaring internasional Serikat Sabda Allah (SVD) yang tersebar di berbagai negara. Modal sosial ini diharapkan dapat dimanfaatkan lulusan untuk membangun relasi global.

“Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia usaha sangat penting untuk mendorong pembangunan berbasis riset yang menjawab kebutuhan riil masyarakat,” tambahnya.

Dalam laporannya, Rektor Unwira Kupang, Pater Dr. Stefanus Lio, SVD., menyebutkan bahwa dari total 489 lulusan, sebanyak 229 orang berhasil meraih predikat cum laude. Prestasi ini diperkuat dengan fakta bahwa lebih dari 50 persen wisudawan mampu menyelesaikan studi tepat waktu, yakni 7 semester untuk sarjana dan 3 semester untuk pascasarjana.

“Ini adalah bukti kualitas proses pendidikan di Unwira yang semakin kompetitif. Saat ini, Prodi Ilmu Komunikasi kami juga telah meraih akreditasi ‘Unggul’, menjadi yang pertama di Unwira,” jelas Pater Stefanus. Ia juga mengumumkan pembukaan Program Studi Magister (S2) Hukum sebagai langkah pengembangan institusi.

Menutup prosesi, Rektor membekali para lulusan dengan prinsip hidup “3T” sebagai pedoman menghadapi dunia kerja dan sosial.

“Pertama, Tahu Diri, yakni mengenali potensi untuk terus belajar. Kedua, Tahu Waktu, artinya adaptif dan produktif terhadap perubahan zaman. Ketiga, Tahu Tempat, yaitu bijak menempatkan diri dan hadir sebagai solusi, bukan masalah,” pesannya.

Acara wisuda berlangsung khidmat dengan dihadiri oleh jajaran civitas akademika, orang tua wisudawan, serta tokoh masyarakat setempat. (Melky)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *