SPIRITNESIA.COM, ROTE NDAO – Peringatan Hari Ulang Tahun Kabupaten Rote Ndao ke-24 yang digelar Pemerintah Kabupaten dengan pameran dan panggung hiburan selama satu bulan menuai sorotan. Izin kegiatan yang dikeluarkan Polres disebut untuk pameran malam hiburan dan ketangkasan, namun praktik di lapangan diduga berubah menjadi ajang lotre dan rolet.
Pantauan di lokasi pameran menunjukkan sejumlah stan SKPD kosong tanpa produk. Dari total stan yang tersedia, hanya sekitar empat stan OPD yang terisi, sisanya kosong. Mayoritas stan justru diisi permainan rolet. Dalam permainan itu, pemain membeli kupon atau koin untuk dipasang pada angka atau gambar. Jika roda atau bola berhenti pada pilihan pemain, hadiah diberikan.
Beberapa warga menilai kegiatan itu bukan lagi ajang pameran UMKM, melainkan arena perjudian. “Ini sudah bukan adu ketangkasan, melainkan ajang ‘303’,” kata seorang warga. Ia menyebut permainan lotre tersebut jelas mengandung unsur perjudian, apalagi lokasinya berdekatan dengan beberapa rumah ibadah.
Suatu permainan dikategorikan judi apabila memenuhi unsur pertaruhan, keberuntungan, dan hadiah yang nilainya lebih dari taruhan. Untuk menghindari jerat hukum, penyelenggara mengganti hadiah uang dengan barang seperti rokok, sabun, dan kipas angin. Namun secara substansi, jika permainan tetap bersifat untung-untungan dengan taruhan, dapat dikategorikan sebagai perjudian yang dilarang Pasal 303 KUHP.
Kegiatan ini disebut melibatkan berbagai kalangan usia, mulai anak sekitar 10 tahun hingga kelompok usia rentan. Salah satu tokoh masyarakat yang enggan disebut namanya mengaku melihat langsung permainan di lokasi pameran dan menilai aktivitas itu sudah berbau judi. Ia meminta permainan segera dihentikan.
Sumber tersebut juga menyampaikan, pemilik permainan rolet di pameran HUT Rote Ndao mayoritas berasal dari luar daerah, seperti Kefamenanu dan Kupang. “Kondisi ini memberi peluang pihak luar daerah meraup keuntungan dari masyarakat Kabupaten Rote Ndao,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, Kapolres Rote Ndao, Ketua Panitia HUT ke-24, dan Bupati Rote Ndao belum memberikan keterangan resmi. (Tim/Melky)

