SPIRITNESIA.COM, KUPANG – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan bahwa hakikat pendidikan adalah proses tulus berlandaskan kasih sayang untuk memanusiakan manusia.
Hal ini disampaikan Gubernur dalam upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tingkat Provinsi NTT yang digelar di halaman Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Sabtu (2/5/2026).
Dalam amanatnya, Gubernur Melki menekankan bahwa pendidikan tidak boleh hanya dipandang sebagai proses transfer pengetahuan (transfer of knowledge) semata.
Menurutnya, sekolah harus menjadi tempat menumbuhkembangkan potensi manusia secara utuh.
“Pendidikan adalah proses yang tulus, penuh kasih sayang, untuk memanusiakan manusia. Dari situ akan lahir insan yang beriman, berakhlak mulia, cerdas, mandiri, serta bertanggung jawab,” ujar Melki di hadapan para peserta upacara.
Ia menjelaskan bahwa arah pembangunan pendidikan di NTT saat ini selaras dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Fokus utamanya adalah menjadikan pendidikan sebagai fondasi membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan berdaya saing global.
Gubernur juga menyoroti kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang mulai mengimplementasikan pendekatan deep learning (pembelajaran mendalam) sebagai program prioritas.
“Jika ingin memperbaiki pendidikan, maka perbaikilah dari dalam kelas. Pembelajaran mendalam menjadi ikhtiar kita untuk mencapai cita-cita ideal pendidikan nasional,” tambahnya.
Lebih lanjut, Gubernur Melki memaparkan lima kebijakan strategis yang tengah digencarkan pemerintah: Revitalisasi & Digitalisasi:
1. Pembangunan fisik satuan pendidikan yang dibarengi dengan distribusi papan interaktif digital untuk mendukung ekosistem belajar modern.
2. Peningkatan kualifikasi guru melalui beasiswa Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dan percepatan penyaluran tunjangan sertifikasi serta insentif guru honorer setiap bulan.
3. Menciptakan lingkungan sekolah inklusif dan aman melalui program ‘Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat’ dan pramuka.
4. Kualitas Pembelajaran: Fokus pada penguatan literasi, numerasi, serta pendekatan STEM (Sains, Teknologi, Engineering, dan Matematika).
5. Perluasan Akses: Membuka jalur pendidikan fleksibel seperti sekolah satu atap, sekolah terbuka, dan sekolah inklusi bagi anak berkebutuhan khusus.
Di akhir pidatonya, Gubernur mengajak seluruh elemen mulai dari keluarga, masyarakat, hingga dunia usaha untuk berkolaborasi melalui prinsip 3M: Mindset (pola pikir), Mental (ketangguhan), dan Misi (arah yang jelas).
“Tanpa mindset, mental, dan misi yang kuat, kebijakan hanya akan menjadi formalitas tanpa dampak nyata. Mari kita bergandengan tangan membangun pendidikan yang bermutu untuk semua,” pungkasnya. (Melki)

