SPIRITNESIA.COM, KUPANG – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan terus menunjukkan kepedulian terhadap NTL, bocah yatim piatu asal Elar, Kabupaten Manggarai Timur, yang tengah berjuang melawan penyakit serius.
Selain menggalang donasi, Dinas Pendidikan menyiapkan rumah singgah bagi NTL di SMAN 2 Langke Rembong, Kabupaten Manggarai. Rumah singgah itu disiapkan untuk memudahkan NTL dan keluarga selama menjalani pengobatan di Ruteng.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI Provinsi NTT, Adrianus Ngongo, mengatakan kehadiran rumah singgah tersebut sesuai arahan dan dukungan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena–Johni Asadoma, melalui Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT, para pengawas, guru, dan murid di Manggarai Raya.
“Rumah singgah sudah dilengkapi dengan perabotan dan peralatan makan minum serta dapur untuk memberikan kenyamanan selama tinggal dan berobat di Ruteng,” kata Adrianus saat dihubungi, Sabtu (25/4/2026).
Adrianus menjelaskan, solidaritas untuk NTL dikoordinasi Ketua MKKS Manggarai Timur. Hingga Sabtu (25/4/2026), donasi yang terkumpul mencapai sekitar Rp14 juta. Penyerahan donasi direncanakan pekan depan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Ambrosius Kodo, menyebut rumah singgah menjadi solusi konkret atas kendala yang dihadapi keluarga, terutama biaya transportasi dan tempat tinggal sementara selama pengobatan.
“Rumah singgah ini kami siapkan agar anak NTL dan keluarga memiliki tempat yang layak saat menjalani pengobatan di Ruteng. Ini bagian dari upaya kami memastikan penanganan berjalan maksimal,” ujarnya.
Ia menambahkan, inisiatif tersebut merupakan tindak lanjut arahan Gubernur NTT agar seluruh kebutuhan NTL dipenuhi menyeluruh, tidak hanya pendidikan, tetapi juga kesehatan dan kebutuhan dasar lainnya.
Selain rumah singgah, Dinas Pendidikan NTT menggerakkan solidaritas di kalangan dunia pendidikan. Para kepala sekolah dan guru SMA/SMK di Manggarai Timur melakukan penggalangan donasi untuk meringankan beban keluarga. “Ini bentuk kepedulian bersama. Kami ingin memastikan anak NTL tidak merasa sendiri, dan semua pihak hadir untuk memberikan dukungan,” kata Ambrosius. (Melky)

