SPIRITNESIA.COM, SO’E – Pelatihan guru melalui Innovative Schools Programme (ISP) menjadi langkah konkret Pemerintah Provinsi NTT mendorong mutu pendidikan di Kabupaten Timor Tengah Selatan. Program ini menekankan tiga aspek: karakter, mindset, dan keterampilan, sejalan dengan arah kebijakan Dasa Cita Melki–Johni.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Ambrosius Kodo, mengatakan ISP digelar melalui kolaborasi dengan Emanuel Foundation. “Sebanyak 120 guru dilatih melalui program Innovative Schools Programme (ISP),” kata Ambrosius, Rabu (22/4/2026).
Menurut Ambrosius, pendidikan tidak boleh hanya fokus pada akademik. “Semestinya kita tidak langsung berbicara akademik. Yang pertama itu karakter, kemudian akademik baru wirausaha,” tegasnya.
Pelatihan ini merupakan tindak lanjut kerja sama Pemprov NTT dan Yayasan Emmanuel yang diteken 2 Mei 2025. “Para guru didorong untuk kembali bersemangat dalam belajar dan berinovasi, termasuk dalam mentransfer pengetahuan kepada siswa serta meningkatkan partisipasi belajar,” kata Ambrosius.
Selain itu, guru diarahkan memahami dan memanfaatkan rapor pendidikan satuan pendidikan sebagai dasar mengidentifikasi persoalan, terutama literasi dan numerasi. “Dari hasil tersebut, guru didorong merancang program pembelajaran yang lebih tepat sasaran sesuai kebutuhan sekolah masing-masing,” ujarnya.
ISP juga memberi perhatian pada persiapan Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang dijadwalkan September 2026 untuk jenjang SMA dan SMK. Ambrosius menyebut para guru mengaku terbantu dengan kegiatan ini karena memberi pendekatan baru yang lebih aplikatif di kelas.
Yayasan Emmanuel merupakan lembaga nirlaba yang berfokus pada pendidikan, literasi, dan pengembangan masyarakat. Melalui ISP, yayasan ini berupaya meningkatkan kapasitas guru serta kualitas pembelajaran di sekolah. (Melky)

