SPIRITNESIA.COM, KUPANG – Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, secara resmi membuka Festival Paskah Pemuda GMIT Tahun 2026 di Bundaran Tirosa, Kota Kupang, Senin (6/4/2026). Kehadiran Wapres menjadi simbol dukungan kuat pemerintah pusat terhadap pembangunan dan kerukunan di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dalam sambutannya, Wapres Gibran menekankan bahwa perayaan Paskah bukan sekadar seremoni keagamaan, melainkan pesan nyata tentang perdamaian dan persatuan bangsa. Ia juga mendorong agar festival ini bertransformasi menjadi agenda wisata rohani yang mampu menggerakkan ekonomi masyarakat lokal.
“Tidak ada satu negara pun yang dapat melakukan pembangunan tanpa persatuan,” tegas Wapres Gibran di hadapan ribuan jemaat dan tamu undangan. Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap provokasi dan informasi hoaks yang dapat memecah belah bangsa.
Senada dengan Wapres, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan komitmen pemerintah provinsi untuk menjadikan semangat Paskah sebagai motor penggerak pembangunan yang inklusif. Menurutnya, NTT yang dijuluki “Nusa Terindah Toleransi” adalah bukti nyata keberagaman yang harmonis.
“Semangat Paskah kali ini hendaknya menghadirkan damai sejahtera sekaligus menginspirasi kita untuk terus membangun NTT yang maju, sehat, cerdas, dan berkelanjutan,” ujar Gubernur Melki. Ia juga mengapresiasi kerukunan di Kota Kupang, mengingat di lokasi yang sama sebelumnya juga digelar pawai takbiran yang berlangsung damai.
Acara pembukaan berlangsung khidmat dan meriah, diawali dengan penyambutan adat dan tarian “Nusa Sepe” oleh Jemmy Dance Academy yang melambangkan persatuan multietnis. Paduan Suara Akbar Pemuda GMIT turut menyemarakkan suasana dengan lagu pujian “Allah yang Setia”.
Di sisi lain, Ketua Sinode GMIT, Pendeta Samuel Pandie, mengingatkan bahwa esensi Paskah harus menyentuh persoalan sosial nyata di NTT, mulai dari penanganan stunting, perlindungan buruh migran, hingga pengentasan kemiskinan di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal).
Pesan damai lintas agama juga menggema melalui orasi Romo Dus Bone yang mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga solidaritas dan memandang perbedaan sebagai anugerah.
Sebagai tanda dibukanya festival secara resmi, Wapres Gibran menyerahkan Obor Perdamaian kepada perwakilan Pemuda GMIT dan mengikuti prosesi simbolis pemanggulan salib Paskah. Festival ini diharapkan menjadi momentum penguatan iman sekaligus persaudaraan dalam membangun NTT yang lebih sejahtera. (Melky)

