SPIRITNESIA.COM, KUPANmG – Janji manis Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) untuk mendongkrak ekonomi rakyat dituding hanya menjadi “nina bobo”. bagi masyarakat. Realita pahit harus ditelan warga Desa Meusin dan Desa Baus yang hingga kini terisolasi akibat infrastruktur jalan yang rusak parah layaknya kubangan, jauh dari standar akses penghidupan yang layak.
Kondisi memprihatinkan ini memicu reaksi keras dari Ikatan Mahasiswa Amanatun (IMAN) Kupang. Ketua Umum IMAN Kupang, Deki Selan, mengecam ketidakmampuan Pemkab TTS dalam menyediakan infrastruktur dasar yang menjadi hak rakyat.
“Sangat memprihatinkan! Pemerintah terus berteriak soal pertumbuhan ekonomi di setiap podium, tapi menutup mata melihat rakyat di Meusin dan Baus harus memikul hasil bumi dan berjalan kaki berkilo-kilometer. Ini bukan kemajuan, ini bentuk pengabaian terhadap kemanusiaan,” tegas Deki saat ditemui media di Kupang, Rabu (18/02/2026).
Deki menyoroti adanya jurang pemisah yang lebar antara komitmen Bupati dan Wakil Bupati TTS dengan fakta di lapangan. Ia menilai pidato pembangunan yang sering disampaikan pemerintah tak lebih dari sekadar lip service atau pemanis bibir.
“Pembangunan ekonomi itu butuh aspal, bukan sekadar kata-kata indah. Jangan hanya berpidato dari balik meja yang nyaman, sementara anak sekolah dan warga yang sakit di pedalaman harus bertaruh nyawa menembus jalan rusak,” cecar Deki.
Lebih lanjut, IMAN Kupang mendesak Pemkab TTS segera menghentikan kebiasaan “obral janji” dan mulai menurunkan alat berat ke lokasi. Kerusakan yang dibiarkan berlarut-larut ini dianggap sebagai bentuk pengabaian hak asasi warga atas akses pendidikan dan kesehatan.
“Kami mendesak aksi nyata, bukan janji di atas kertas. Jika jalan ini tetap dibiarkan hancur, jangan salahkan jika masyarakat menilai pemerintah sengaja membiarkan rakyatnya tertinggal,” tutupnya dengan nada tegas. (Melky)

