Wujud Kepedulian Sosial, GMNI Kupang Bantu Pasien Rawat Jalan di Rumah Singgah Naikoten

SPIRITNESIA.COM, KUPANG – Menyongsong perayaan Dies Natalis ke-72, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kupang menggelar aksi kemanusiaan dengan menyalurkan bantuan sosial (bansos) bagi pasien di Rumah Singgah Yayasan Ratu Pecinta Damai, Naikoten, Kamis (19/3/2026).

Kegiatan ini merupakan agenda utama dalam rangkaian peringatan hari jadi organisasi. Penyaluran logistik tersebut menjadi bukti nyata komitmen GMNI dalam mengamalkan nilai ideologi yang berpihak pada kaum Marhaen, terutama mereka yang sedang berjuang melawan penyakit jauh dari kampung halaman.

Rumah singgah tersebut saat ini dihuni oleh puluhan pasien rawat jalan beserta keluarga pendamping yang berasal dari berbagai kabupaten di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Ketua DPC GMNI Kupang, Jacson Marcus, menegaskan bahwa aksi ini lahir dari kesadaran kader terhadap realitas sosial. Menurutnya, penderitaan kaum Marhaen adalah bagian dari perjuangan kader GMNI yang bersemboyan “Pejuang Pemikir-Pemikir Pejuang”.

“Saudara-saudara kita di sini tidak hanya berjuang melawan penyakit medis, tetapi juga keterbatasan ekonomi selama masa pengobatan di Kota Kupang. GMNI hadir bukan untuk mengobati secara medis, tetapi untuk sedikit meringankan beban kebutuhan harian pasien dan keluarga,” ujar Jacson di sela-sela kegiatan.

Selain memberikan bantuan fisik, para kader GMNI juga menyempatkan diri berdialog dan memberikan penguatan moral agar para pasien tetap semangat dalam menjalani masa pemulihan.

Dalam kesempatan tersebut, Jacson juga memberikan catatan kritis kepada pemerintah daerah. Ia mendesak agar pemerintah kabupaten asal para pasien memberikan intervensi anggaran dan fasilitas yang memadai bagi warga mereka yang harus menetap sementara di rumah singgah selama masa perawatan di ibu kota provinsi.

Senada dengan hal itu, Ketua Yayasan Ratu Pecinta Damai, Kaka Virgo, menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian para mahasiswa. Ia berharap aksi ini memicu kolaborasi lebih luas antarberbagai pihak.

“Terima kasih untuk teman-teman GMNI. Harapan kami kedepan, ada kolaborasi yang lebih kuat untuk saling menolong. Kami juga meminta pemerintah memperhatikan persoalan administrasi masyarakat, seperti NIK, status kependudukan, dan jaminan kesehatan agar akses pengobatan lebih mudah,” tutur Virgo.

Aksi sosial ini ditutup dengan doa bersama untuk kesembuhan para pasien dan kesuksesan rangkaian acara Dies Natalis GMNI ke-72.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *