Sejumlah Tokoh Nasional Hadiri Pelantikan Pengurus DPP GPP Periode 2025-2030 di Jakarta
SPIRITNESIA.COM, JAKARTA – Pengurus Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Pembumian Pancasila (DPP GPP) periode 2025-2030 resmi dilantik dan dikukuhkan di Gedung Juang, Jakarta, pada Sabtu (8/2/2026). Kepengurusan ini merupakan hasil Kongres yang diselenggarakan pada 5–7 Desember 2025 di Semarang.
Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua Dewan Pembina DPP GPP, Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya. Acara ini dihadiri oleh deretan tokoh nasional, di antaranya Romo Franz Magnis Suseno (Dewan Kehormatan), serta jajaran Dewan Pembina seperti Arief Hidayat, KH Marsudi Syuhud, Chandra Setiawan, KH Ulil Abshar Abdalla, Engkus Ruswana, dan Kanjeng Pangeran Bios Abiyoso Hadiningrat Sri Datuk Rajawali. Tokoh senior Teo Sambuaga turut hadir sebagai undangan khusus.
Selain itu, tampak hadir jajaran Dewan Pakar yang meliputi Ganjar Razuni, Yosephin Sri Sutanti, Abdy Yuhana, I Made Putrawan, Paulus Januar, Tuntun Sinaga, Benny Rhamdani, dan Tika Bisono. Dari jajaran Dewan Pengawas, hadir Bondan Kanumoyoso, Yudi Yasa Wibawa, serta Ernawati Tamba.
Acara dibuka dengan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan tarian khas Betawi. Sebelum prosesi pengukuhan, Ketua Umum terpilih, Antonius D.R. Manurung, membacakan lima poin utama Maklumat Deklarasi DPP GPP sebagai komitmen organisasi. Poin-poin tersebut menekankan pada pembangunan gerakan yang independen, menghidupkan kembali Pancasila sesuai pidato Bung Karno 1 Juni 1945, serta mendorong kolaborasi sinergis menuju masyarakat gotong royong.
“Maklumat ini kami nyatakan sebagai antitesis untuk mencegah dan menangkal deideologisasi Pancasila, baik dari kekuatan radikalisme-fundalisme transnasional maupun neoliberalisme,” tegas Antonius Manurung dalam sambutannya.
Dalam arahannya, Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Dewan Pengarah BPIP, menyampaikan bahwa pengurus yang dilantik merupakan representasi kepemimpinan lintas agama dan kepercayaan di Indonesia.
“Pelantikan di Gedung Juang ini menjadi pengingat bagi generasi muda agar tidak sekali-kali melupakan sejarah (Jasmerah) para pendiri bangsa yang telah berjuang memerdekakan Indonesia,” ujar mantan Danjen Kopassus tersebut.
Meski Menteri Dalam Negeri dan Kapolri berhalangan hadir, keduanya mengirimkan utusan resmi sebagai bentuk dukungan. Acara yang dimulai pukul 15.00 WIB ini ditutup dengan tausiah dari KH Ulil Abshar Abdalla, buka puasa bersama, dan sesi foto dokumentasi.
