Perkuat Ekonomi Kader, PA GMNI NTT Gelar RAT Perdana UBSP Marhaen Berdikari
SPIRITNESIA.COM, KUPANG – Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Nusa Tenggara Timur (NTT) menunjukkan komitmen nyata dalam membangun kemandirian ekonomi anggotanya. Melalui Usaha Bersama Simpan Pinjam (UBSP) Marhaen Berdikari, organisasi ini sukses menyelenggarakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Perdana Tahun Buku 2025 pada Rabu (19/03/2026).
Bertempat di Sekretariat Garda Nasionalis GMNI NTT, RAT ini tidak hanya menjadi ajang evaluasi, tetapi juga momentum pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU) perdana serta penyepakatan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).
Ketua PA GMNI NTT, Yosef Dasi Djawa, mengungkapkan bahwa UBSP Marhaen Berdikari yang dirintis sejak tahun 2025 ini merupakan wadah ekonomi berbasis solidaritas. Menurutnya, langkah ini diambil untuk memastikan alumni GMNI memiliki kemandirian finansial yang kokoh.
“RAT perdana ini adalah bentuk penataan organisasi dan penguatan kelembagaan. Kita ingin mengelola usaha ini secara profesional, transparan, dan akuntabel,” ujar Yosef yang juga merupakan mantan Ketua GMNI Cabang Kupang tersebut.
Saat ini, UBSP Marhaen Berdikari mencatat keanggotaan sebanyak 30 orang. Namun, Yosef optimis angka ini akan terus bertumbuh mengingat besarnya potensi sebaran alumni GMNI yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota di seluruh pelosok NTT.
Dalam rapat tersebut, disepakati pula struktur kepengurusan dan pengawas yang akan menahkodai jalannya usaha ke depan. Jabatan Ketua Pengurus dipercayakan kepada Leonardo AR Waleng dengan didampingi Fredy Tahadi Bria sebagai Wakil Ketua, Bernard Salvator Brewon sebagai Sekretaris, dan Emiliana Martuti Lawalu sebagai Bendahara.
Di sisi pengawasan, Lukas Liku Sait ditetapkan sebagai Ketua Pengawas, dibantu oleh Petrus Y. Mone, Vinsensius Bureni, Klara Panda, dan Magdalena Y. Wake sebagai anggota.
