SPIRITNESIA.COM, KUPANG – Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Linus Lusi, S.Pd., M.Pd, menegaskan komitmennya untuk menjadikan sektor UMKM sebagai leading sector atau penggerak utama pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah NTT.
Hal tersebut disampaikan Linus saat ditemui di ruang kerjanya pada Rabu (1/4/2026). Ia menekankan bahwa di bawah kepemimpinannya, pendampingan terhadap pelaku UMKM tidak boleh lagi hanya bersifat administratif atau formalitas belaka.
“Pendampingan harus sampai pada tahapan paripurna. Artinya, pelaku UMKM tidak hanya dibina, tapi benar-benar bisa memasarkan produknya, menghasilkan pendapatan, dan memberi dampak domino bagi sektor ekonomi lainnya,” tegas Linus.
Salah satu langkah konkret yang tengah dilakukan adalah inventarisasi pelaku UMKM di seluruh NTT, terutama mereka yang belum tersentuh akses pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Linus menyoroti potensi KUR yang memiliki bunga rendah (6% per tahun) dan plafon hingga Rp100 juta tanpa agunan yang belum terserap maksimal oleh masyarakat.
“Kami akan menyisir pelaku UMKM yang belum tersentuh KUR untuk kemudian difasilitasi aksesnya, baik melalui Bank NTT maupun bank-bank Himbara (Himpunan Bank Milik Negara),” jelasnya.
Selain permodalan, Linus juga menaruh perhatian besar pada penguatan Koperasi Desa Merah Putih yang sudah tersebar di seluruh kabupaten/kota di NTT. Fokus utamanya adalah memperkuat sistem pemasaran dan kehadiran galeri sebagai wadah penampung hasil produksi masyarakat.
Guna memastikan program-program tersebut berjalan efektif, Linus menginstruksikan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Dinas Koperasi dan UMKM NTT untuk lebih aktif di lapangan.
“ASN jangan hanya duduk di belakang meja. Harus lebih banyak waktu di lapangan untuk memantau dan mendampingi pelaku usaha secara langsung,” katanya. Bahkan, ia mendorong para ASN untuk memiliki unit usaha mandiri sebagai contoh nyata bagi masyarakat dalam berwirausaha.
Langkah strategis ini, menurut Linus, sejalan dengan visi pembangunan ekonomi di bawah kepemimpinan Gubernur NTT Melki Laka Lena dan Wakil Gubernur Johni Asadoma. Ia optimis, dengan menempatkan koperasi dan UMKM sebagai “soko guru” atau pilar utama, kesejahteraan masyarakat NTT akan meningkat secara bertahap.
“Sudah saatnya pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota melihat koperasi sebagai kekuatan utama. Kita tata kembali agar perekonomian daerah pulih dan masyarakat semakin sejahtera,” tutupnya.(Melky/spiritnesia.com)

