Perjuangkan Nasib Anak Panti, Putra Pengelola Panti Asuhan Sonaf Maneka Siap Bertarung di Pileg 2024

Spiritnesia.com, Kupang – Minimnya perhatian pemerintah terhadap anak-anak Panti Asuhan, khususnya dalam bidang pendidikan di Kota Kupang. Putra Pengelola Panti Asuhan Sonaf Maneka siap berjuang dan bertarung dalam kontestasi Pemilihan LEGISLATIF (PILEG), yang akan diselenggarakan serentak pada Tahun 2024 mendatang. Melalui Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Putra Pengelola Sonaf Maneka siap bertarung dari Dapil Kecamatan Kota Lama dan Kota Raja Kota, Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Demikian disampaikan Pengelola Panti Asuhan Sonaf Maneka Petrus Alfa Erikson  Bulu Manu dikediamannya di jln. Gunung Fatuleu No. 17, Kelurahan Merdeka, pada Selasa, 11/07/2023.

Saya terpanggil menuju kontestasi politik ini hanya ingin memperjuangkan nasib adik-adik yang ada di panti asuhan. “Karena dalam kontestasi politik, tentu apa yang selama ini adik-adik mereka impikan pasti akan terpenuhi. Meskipun tidak bisa terpenuhi semua tetapi setidaknya akan bisa terbantu,” ujar lelaki mudah yang biasa di sapa Erick itu.

Menurutnya, adik-adik di panti asuhan ini sangat kesulitan khususnya dalam bidang pendidikan. Oleh karena itu saya selaku pengelola, tentu juga ingin untuk bagaimana memperjuangkan nasib mereka sehingga mereka juga bisa mendapatkan hak yang sama seperti yang lain, jelas Erick.

“Paling utama dalam keterlibatan saya dalam kontestasi politik ini adalah bagaimana memperjuangkan nasib mereka di bidang pendidikan. Dan itu bukan hanya untuk panti Sonaf Maneka tetapi saya akan berusaha untuk semua panti yang ada.”

Karena, berdasarkan pasal 4 Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial, Pemerintah berkewajiban untuk menyelenggarakan kesejahteraan sosial, tak terkecuali bagi anak-anak yang berada di panti asuhan. Di mana, anak-anak panti asuhan memiliki hak yang sama dengan anak lainnya terutama dalam mendapatkan hak untuk mengenyam pendidikan di sekolah, itulah yang membuat saya untuk terus berjuang demi adik-adik yang ada di Panti Asuhan, kata pengelola panti asuhan Sonaf Maneka.

Seharusnya lanjut Erick, semua anak-anak yang berada di panti asuhan, harus sudah mendapatkan manfaat dari program Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang tengah digalakkan pemerintah. Ketika menimba ilmu di bangku sekolah, harusnya anak-anak tersebut (yang berada di panti asuhan, red) sudah mendapatkan  kebebasan biaya alias gratis, tandas Erick.

Penulis: SN 01

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *