Padma Indonesia Nilai Penyebar Informasi Bohong Meninggalnya Wens Rumung Adalah Beelzebul

Spiritnesia.com, JAKARTA – Lembaga Hukum dan Ham PADMA INDONESIA (Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian Indonesia) dan KOMPAK INDONESIA (Koalisi Masyarakat Pemberantasan Korupsi Indonesia) menilai sang pelaku penyebar berita bohong (hoax) tentang meninggalnya wartawan senior Wens Rumung itu degil hati dan dikuasai Beelzebul atau setan (Beelzebub atau biasa di sebut Baal atau Bael yang dalam bahasa arabnya Ba’al az-Zubab, merupakan raja pertama di neraka yang menyimbolkan sifat “kerakusan, ketamakan”). Ia menyebarkan berita bohong atas dasar kebencian dan kedegilan serta iri hati terhadap Wens Rumung.

Demikian disampaikan Ketua Dewan Pembina PADMA INDONESIA sekaligus Ketua KOMPAK INDONESIA, Gabrial Goa dalam rilis tertulis kepada wartawan tim media ini pada Senin (03/07/2023), terkait beredarnya berita hoax melalui akun Facebook (FB) Nicky Nicko pada tanggal 1 Juli 2023 lalu, yang menggegerkan seantero pegiat pers NTT.

“Postingan duka yang betul sesuai fakta jika dilandasi oleh nurani empati itu merupakan Doa untuk arwah agar jiwanya bahagia abadi di Rumah Bapa. Namun, kalau postingan itu berita hoax, maka besar kemungkinan nuraninya penuh dengan angkara murka, iri hati dan kedegilan hati yang dikuasai oleh Beelzebul,” tulis Gabrial Goa.

Ketua PADMA Indonesia itu menilai, penyebar hoax tentang meninggalnya Wens Rumung sesungguhnya adalah orang yang mengalami gangguan batin (marah dan benci terhadap wartawan Wens Rumung, red), yang kritis dan menulis apa adanya tentang persoalan-persoalan korupsi di NTT.

Menurut Gabrial Goa, seharusnya oknum tersebut mendoakan Wens Rumung, yang sepanjang usia dan karirnya sebagai wartawan, tidak pernah lelah dan tak pernah takut mengungkapkan kebenaran.

“Tergerak dari lubuk hati yang paling dalam, kami dari Lembaga Hukum dan Ham PADMA INDONESIA bersama KOMPAK INDONESIA mendoakan dan mendukung total Wartawan Pejuang Kaka Wens Rumung yang tidak pernah lelah dan takut mengungkap dan menyuarakan Kebenaran(Annuntiare),” tandas Gabrial Goa.

Ketua KOMPAK Indonesia itu juga mengajak para Pejuang Keadilan lainnya di NTT untuk meneladani sikap Wens Rumung yang membela dan menyuarakan voice of the voiceless di NTT, dengan membongkar struktur yang korup dan merampok Hak-Hak Ekosob Rakyat Miskin NTT (Dennuntiare) tanpa henti.

“(Kami) mengajak solidaritas Pejuang Anti Korupsi, Pejuang Anti Human Trafficking dan Pembela HAM voice of the voiceless yang Hak-Hak Ekosobnya dirampok di NTT, serta Pers untuk bersama Wens Rumung melakukan Advokasi Bersama Annuntiare dan Dennuntiare di NTT, agar keluar stempel negatif yakni Nusa Tertinggi Trafficking, Nusa Terkorup Tertinggi, Nusa Tetap Tertinggal menjadi NTT Plus yakni NTT Bersih Bebas Dari Korupsi dan Human Trafficking serta Nusa Terdepan Termaju,” imbuh Gabrial Goa.

Sebelumnya, pada Sabtu (01/07), pegiat pers di NTT sempat dihebohkan dengan informasi meninggalnya Wens Rumung, Wartawan dan Pemred media online ExpoNTT.Com. Informasi itu diduga disebarkan sebuah akun FB bernama Nicky Nicko, yang menyebabkan kegaduhan di banyak group WhatsApp/WA media di NTT yang mengkonfirmasi kebenaran informasi tersebut.

Bahkan tidak sedikit rekan jurnalis atau wartawan yang mendatangi rumah Wens Rumung pada malam itu pukul 23.00 Wita, dan didapati rumah Wens Rumung saat itu sedang sepi dan biasa-biasa saja. Wartawan Wens Rumung pun sedang beristirahat dalam kamar dan dalam keadaan sehat walafiat.

Keluarga pun langsung mengklarifikasi, bahwa informasi meninggalnya Wens Rumung itu tidak benar (bohong).

Hal ini menimbulkan beragam reaksi di kalangan wartawan maupun keluarga serta rekan-rekan kenalanan sang wartawan Wens Rumung. Banyak yang mengecam tapi juga tidak sedikit yang menilai itu bagian doa umur panjang buat seorang wartawan senior Wens Rumung. (SN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *