Spritnesia.com, MUTIS – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Nusa Tenggara Timur (NTT) melakukan ekspedisi keanekaragaman hayati cagar alam gunung Mutis di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) dan Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). Tim ekspedisi tersebut terdiri dari 49 orang mahasiswa/I yang datang dari lima (5) perguruan tinggi di NTT dan di Jogjakarta (diantaranya yaitu Universitas Nusa Cendana Kupang/UNDANA dan Universitas Katolik Widya Mandira Kupang/UNWIRA serta Politeknik Pertanian Negeri/POLITANI Kupang, Universitas Timor/UNIMOR dan STIPER Jogjakarta).
“Kegiatan Ekspedisi keanekaragaman Hayati di Cagar Alam Gunung Mutis Timau ini melibatkan 4 Universitas dengan total 49 siswa. Pengambilan data di Mutis Timau ini ada 4 tujuan yakni, memperoleh data potensi jenis satwa dan tumbuhan liar, membangun sinergitas pemanfaatan hutan konsentrasi bersama Perguruan Tinggi di NTT, meningkatkan pengetahuan dan kepedulian masyarakat untuk pengelolaan kawasan hutan konservasi yang memberikan manfaat untuk masyarakat secara umum dan publikasi keanekaragaman hayati Cagar Alam Mutis Timau sesuai standar ilmiah melalui seminar atau publikasi pada jurnal ilmiah,” jelas Arief Mahmud.
Kegiatan itu dalam rangka pengelolaan kawasan konservasi di cagar alam gunung mutis serta menindaklanjuti Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2023 tentang pengarusutamaan pelestarian keanekaragaman hayati dalam pembangunan berkelanjutan Balai Besar KSDA NTT akan melakukan kegiatan pengambilan data lapangan keanekaragaman hayati pada wilayah gunung mutis.
Kepala BBKSDA NTT, Arief Mahmud mengatakan ekspedisi keanekaragaman hayati cagar alam gunung Mutis dilakukan yang mulai tanggal 24 -29 Agustus 2023 melibatkan pihak Akademisi, Tokoh masyarakat setempat serta instansi terkait.
Dijelaskan, tujuan ekspedisi keanekaragaman hayati cagar alam Mutis Timau ini dilakukan dengan tujuan memperoleh data potensi jenis satwa dan tumbuhan liar, serta membangun sinergitas pemanfaatan hutan konservasi bersama perguruan tinggi di NTT.
Serta, sambungnya, meningkatkan pengetahuan dan kepedulian masyarakat untuk pengelolaan kawasan hutan konservasi yang memberi manfaat untuk masyarakat secara umum dan publikasi keanekaragaman hayati camotius sesuai standar ilmiah melalui seminar atau publikasi pada jurnal ilmiah
“Sasaran pengamatan keanekaragaman hayati meliputi satwa liar berupa mamalia, burung, reptilia dan tumbuhan,” tuturnya.
Kegiatan tersebut, kata Arief sekaligus sebagai ajang pembinaan mahasiswa pada beberapa perguruan tinggi di kota Kupang serta meningkatkan aktivitas pemanfaatan kawasan hutan konservasi untuk kepentingan ilmu pengetahuan dan pendidikan. (Gusty/SN).