Hasil Ekspedisi, Alam Mutis Menyimpan Fauna Khas Pulau Timor Yang Perlu Dilindungi

Spiritnesia.com, Mutis – Ekspedisi, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) NTT bersama sejumlah perguruan tinggi di NTT, alam Gunung Mutis ternyata menyimpan berbagai flora dan fauna khas Pulau Timor yang perlu dilindungi.

Cagar alam Mutis merupakan kawasan konservasi yang cukup penting di pulau Timor yang memiliki luas 12 ribu hektar, yang di dalamnya menyimpan banyak flora dan fauna.

“Salah satu yang menonjol dari cagar Alam Mutis kus-kus dan burung paru bengkok khas pulau Timor. Fauna-fauna ini termasuk fauna yang harus dilindunggi. Selain menyimpan berbagai flora dan fauna, Mutis memiliki safana yang sangat luas dan menarik,” ungkap Kepala BBKSDA NTT, Arief Mahmud, Sabtu (26/8/2023).

Cagar alam Mutis juga menjadi kawasan dataran tinggi di pulau Timor yang menjadi Ibu atau Mama yang dapat memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat seperti ekosistem jasa lingkungan seperti air dan udara.

“Udara disini sangat baik karena pohon-pohon masih sangat terjaga yang dapat memberikan oksigen yang cukup baik bagi masyarakat sekitar. Tidak hanya itu sumber mata air yang melimpah cukup memberikan manfaat besar bagi masyarakat Timor, sehingga perlu di jaga dan di rawat agar tidak terjadi kerusakan di Cagar Alam Mutis ini,” terangnya.

Kepala BBKSDA menambahkan, dari hasil ekspedisi ini akan ditindaklanjuti dengan seminar dan simpusium untuk mempublikasikan hasil ekspedisi, agar potensi keanekaragaman di Cagar Alam Mutis dapat diketahui oleh publik, sebagaimana yang menjadi tujuan awal, bahwa hasil ekspedisi akan dipublikasikan sesuai standar ilmiah melalui seminar atau publikasi pada jurnal ilmiah. karena kegitan ini bukan sekedar jalan-jalan melainkan mengkaji keanekaragaman hayati dan kehidupan sosial masyarakat di sekitaran Cagar Alam Mutis.

Selain publikasi, ekspedisi ini juga akan ditindaklanjuti dengan sosialisasi kepada masyarakat di sekitaran Cagar Alam Mutis agar masyarakat dapat mengetahui cara mengelola kawasan konservasi. Karena ada banyak kawasan konservasi seperti Cagar Alam, Suaka Marga Satwa, Taman Wisata Alam, Taman Nasional, Taman Burung.

Kedepan, kata Kepala BBKSDA ekspedisi ini akan menjadi kegiatan rutin untuk mengetahui lebih banyak potensi keanekaragaman hayati yang dimiliki dan yang perlu dilindungi.

“Ini akan menjadi kegiatan tahunan kami bekerjasama dengan perguruan tinggi di NTT maupun di luar NTT, dalam rangka melakukan kajian atau penelitian di Cagar Alam Mutis ini, karena Cagar Alam Mutis ini mempunyai potensi besar yang belum di gali, dan kita berharap Cagar Alam Mutis terus dijaga dan dilestarikan untuk generasi- generasi yang akan datang,” ujarnya.

Penulis: Gusty

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *