Spiritnesia.com, Kefamenanu – Tim pelaksana Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Nusa Cendana menerapkan Sistem Budidaya Tanaman Hortikultura Berbasis Teknologi Irigasi Tetes di Panti Rehabilitasi Penyakit Kusta Rumah Sakit Kusta Naob, Desa Naob-Kefamenanu, kabupaten Timor Tengah Utara.
Hal ini disampaikan Ketua pelaksana program PKM, Wenseslaus Bunganaen, ST., MT., kepada media ini pada Senin, 04/12/2023.
“Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, perguruan tinggi dapat mengembangkan model pemberdayaan masyarakat, dan turut serta dalam upaya peningkatan kapasitas masyarakat secara ekonomi, serta mempercepat proses alih teknologi di tingkat masyarakat,” jelas Wenseslaus.
Wenseslaus menjelaskan bahwa dalam kegiatan tersebut melibatkan Mahasiswa 5 orang dari prodi Teknik Mesin FST Undana dalam kegiatan magang terintegrasi dan program KKN tematik Undana periode semester Genap tahun 2022/2023.
“Peningkatan kapasitas petani melalui transfer teknologi budidaya pertanian termasuk pasca panen dapat meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan petani terutama dalam menghasilkan produk yang bernilai ekonomis dapat memberi akses pertumbuhan ekonomi desa.”
Salah satu kelompok masyarakat yang rentan secara ekonomi, baik sebagai individu maupun dalam kelompok adalah masyarakat mantan penderita penyakit kusta. Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) dengan jumlah kasus penderita penyakit kusta yang cukup banyak yang ditampung di panti Rehabilitasi Penyakit Kusta Rumah Sakit Kusta Naob.
Banyak diantaranya dengan kasus gagal sembuh akibat tidak patuh dalam pengobatan penyakit kusta dan walaupun yang sudah sembuh tapi mereka memilih tetap menempati panti karena permasalahan stigma negatif masyarakat yang tidak mau menerima mereka untuk hidup berdampingan dalam lingkungannya.
Permasalahan stigma sosial ini dipengaruhi oleh perbedaan persepsi mengenai penyakit kusta dan misinformasi yang menyebabkan masyarakat sekitar menjauhi penderita dan keluarganya, ujar Wens.
Panti Rehabilitasi Rumah Sakit Kusta Naob dengan jumlah pasien yang sudah sembuh terdapat lebih dari 25 orang yang umumnya adalah petani yang kesehariannya mereka mengelola lahan pertanian di sekitar kompleks rumah sakit yang hasilnya selain untuk konsumsi sendiri tapi juga dijual ke pasar.
Menurut Kepala Panti Rehabilitasi Rumah Sakit Naob, dan juga diperkuat oleh Kepala Rumah Sakit Kusta Naob, bahwa aktivitas budidaya pertanian oleh kelompok tani ini sering mengalami kendala, salah satunya adalah masalah irigasi.
Lahan yang sudah diolah dan ditanam Tanaman hortikultura, seperti lombok, tomat, sayuran, dan lain-lain namun hasilnya belum memuaskan hanya cukup untuk kebutuhan mereka sehari-hari. Kendala utama adalah sistem irigasi untuk penyiraman tanaman yang ada karena sumur bor yang ada hanya bisa untuk melayani kebutuhan air bersih.
Sebelumnya petani telah disediakan bak beton sebagai penampung air hujan yang kemudian dimanfaatkan untuk penyiraman tanaman, namun seringkali kekurangan air. Selain itu kurang pengetahuan akan pengolahan maupun penanganan budidaya pertanian yang lebih baik membuat usaha budidaya tanaman hortikultura di kelompok tani Panti Naob tidak berkembang.
Wenseslaus Bunganaen yang sebagai ketua tim pelaksana PKM menjelaskan bahwa melalui sistem irigasi tetes dapat menghemat penggunaan air dan sekaligus mudah dalam pemupukan, hal ini dengan cara meneteskan air secara perlahan langsung ke permukaan tanah maupun ke akar tanaman melalui selang irigasi tetes dan venturi injector pupuk.
Pengaturan sistem irigasi tetes ini sangat efisien, mengurangi lama waktu penyiraman dan kemudahan dalam proses penyiraman. Kebun dengan luas lahan 500 m2 (ukuran 25 m x 20 m) dibuat dalam 15 baris bedengan dengan ukuran masing-masing 25 m x 0,7 m, jarak antar bedengan 60 cm.
Sedangkan sistem irigasi tetes yang diaplikasikan menggunakan sistem pompa dari sumber bak air ke bedengan dan setiap lubang tanam. Sebelum air dialirkan ke tanaman, terlebih dulu melalui filter air irigasi tipe Y disk, venturi injector pupuk, pipa utama (PVC 1,0 inch), pipa pembagi (PVC 0,75 inch) dan selang drip (0,75 inch) serta selang piping (17 mm).
Pelaksanaan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) untuk mendorong peningkatan produksi tanaman hortikultura di Desa Naob, Wilayah Timor Tengah Utara.
Tim pelaksana sebelumnya memperkenalkan teknologi Sistem Irigasi Tetes (SIT) melalui Sosialisasi dan Diskusi Tim Pelaksana, Mahasiswa yang dilibatkan, dan Mitra kelompok Tani.
Setelah mitra memahami cara menerapkan SIT, tim pelaksana bekerja sama dengan mitra pertanian untuk membuat sistem irigasi tetes. Mitra menentukan lokasi dan alat pendukung lainnya. Saat membuat SIT, Mitra Tani terlebih dahulu mengolah lahan, memasang sistem irigasi tetes, lalu menabur dan menanam di lokasi lahan SIT.
Penerapan Teknologi Irigasi Tetes pada Kebun petani di desa Naob dapat meningkatkan wawasan dan pengetahuan warga masyarakat petani dan mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan ini tentang budidaya tanaman hortikultura yang bernilai ekonomis melalui pengelolaan tanaman berbasis irigasi tetes. Keberlanjutan teknologi ini tentu dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan kelompok tani.
Pelaksana mengucapkan terima kasih kepada Universitas Nusa Cendana atas bantuan dana melalui Dipa Undana Tahun 2023, Masyarakat dan Pemerintah daerah mulai Pihak Rumah Sakit Kusta Naob, serta Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara atas kerjasama yang terjalin selama pelaksanaan kegiatan Kemitraan kepada Masyarakat (PKM). (Gusty/Undana)