Spiritnesia.com, Kupang – Kegiatan Kerja Nyata (KKN) yang berlangsung di Desa Penfui Timur dusun 1, berkaitan dengan Pembuatan Kerajinan menggunakan bahan lokal (Tenunan) dan Pemasaran Secara Online serta sosialisasi terkait Pembukuan UMKM Sederhana.
Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Katolik Widya Mandira Kupang memiliki tiga program studi yaitu akuntansi, manajemen, dan ekonomi pembangunan. Dimana salah satu program kerja dari prodi manajemen adalah pembuatan Kerajinan dengan Menggunakan Bahan Lokal dan Pemasaran Secara Online serta sosialisasi terkait Pembukuan Sederhana bagi UMKM oleh prodi akuntansi.
Eduardus Taitio, Kepala Dusun I, Desa Penfui Timur dalam sambutannya, sekaligus membuka kegiatan sosialisasi tersebut sangat mengapresiasi Mahasiswa KKN FEB UNWIRA atas pelaksanaan program KKN di Desa Penfui Timur. (23/01/24)
“Kami masyarakat Desa Penfui Timur terutama yang berada di Dusun I, sangat berterima kasih kepada Mahasiswa/i FEB UNWIRA yang melaksanakan KKN di desa ini. Pada malam hari ini berkenan hadir bersama masyarakat Dusun I untuk memberikan edukasi berkaitan pemberdayaan ekonomi keluarga melalui UKM”.
Dalam penyampaian materi mengenai pembuatan kerajinan bahan lokal (Tenunan), Maria Teti menegaskan bahwa masyarakat bisa memanfaatkan kain tenun yang sisa( potongan-potongan kecil kain dari tenunan, red). Dapat digunakan untuk bisa diinovasikan menjadi produk yang lebih menarik seperti bando, dompet, pita, dll.
Selain itu, Aliana Jelita ketika membawakan materi yang berkaitan dengan pemasaran online, “menegaskan kepada masyarakat untuk melakukan proses penjualan secara modern dari offline menjadi online agar lebih meminimalisir biaya dan lebih menghemat waktu serta promosinya bisa mencakup pasar secara luas dengan menggunakan aplikasi seperti whatsapp, facebook, instagram, dan tiktok”.
Selanjutnya, Godefredus dalam pemaparan materinya menjelaskan bahwa pembukuan bagi UMKM sangat penting karena dengan adanya pembukuan para pelaku UMKM dapat mengetahui dengan jelas terkait arus keluar masuknya keuangan dalam usaha. Selain itu, dengan adanya pembukuan dapat membantu para pelaku UMKM untuk mengetahui laba/rugi yang diperoleh selama satu periode tertentu. kebanyakan pelaku UMKM tidak going concern(kelangsungan usaha,red)
karena tidak mampu memisahkan keuangan pribadi dengan keuangan usaha, ungkap Godefredus.