Spiritnesia.com, KUPANG – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Pemprov NTT) resmi mengumumkan sederet program strategis untuk tahun anggaran 2026. Fokus utama pembangunan akan diarahkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui sekolah vokasi berbasis asrama serta percepatan penyediaan puluhan ribu rumah layak huni bagi masyarakat.
Rencana besar ini disampaikan langsung oleh Gubernur NTT, Imanuel Melkiades Laka Lena, dalam acara coffee morning bersama insan pers yang berlangsung di Aula Rumah Jabatan Gubernur NTT pada Jumat (19/12/2025).
Gubernur Melki mengungkapkan bahwa Pemprov NTT akan membangun 10 sekolah vokasi berbasis asrama yang tersebar di daratan Timor, Flores, Sumba, hingga wilayah kepulauan. Sekolah ini dirancang dengan konsep menyerupai sekolah rakyat, namun fokus pada pengelolaan potensi lokal.
“Anak-anak akan bersekolah sekaligus tinggal di asrama. Kurikulumnya akan disesuaikan dengan keunggulan daerah masing-masing. Misalnya, sekolah vokasi garam di Rote Ndao, peternakan di Sumba, hingga energi baru terbarukan di Flores,” jelas Melki.
Menariknya, pemerintah akan menyiapkan ekosistem agar para siswa dapat menjadi produktif dan mandiri. “Nantinya siswa membiayai sekolahnya sendiri dari hasil produktivitas mereka di ekosistem yang kami siapkan,” tambahnya.
Di sektor perumahan, lanjut Melki, Pemprov NTT melakukan lompatan besar. Setelah membangun 75 unit rumah pada tahun 2025, target tahun 2026 ditingkatkan secara signifikan melalui skema kolaborasi anggaran.
Melalui skema ini, bantuan renovasi rumah sebesar Rp20 juta per unit akan bersumber dari:
Pemerintah Provinsi: Rp5 juta
Pemerintah Kabupaten/Kota: Rp5 juta
Dana Desa: Rp10 juta
“Dengan kolaborasi ini, kami menargetkan sebanyak 31.570 unit rumah di tingkat desa dan kelurahan dapat direnovasi menjadi hunian layak huni pada tahun 2026,” papar Gubernur Melki.
Selain dua program unggulan tersebut, perbaikan jalan rusak, pembangunan sumur bor, dan perluasan jaringan listrik tetap menjadi prioritas. Pemprov NTT terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk memastikan program listrik gratis menjangkau masyarakat di pelosok.
Menutup keterangannya, Gubernur Melki menekankan pentingnya peran media sebagai mitra strategis pemerintah. Ia berharap media massa dapat mengawal pelaksanaan program Dasa Cita agar manfaatnya benar-benar tersampaikan dan dirasakan oleh seluruh rakyat NTT secara utuh.
