Di Balik Pementasan Sebuah Seni Teater Ada Kekayaan Budaya NTT Yang Perlu Dipertahankan

Spiritnesia.com, KUPANG – Seni Teater di Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) hampir punah. Kekayaan budaya Seni Teater NTT perlu dilestarikan, bukan dibiarkan mati suri dan punah. Karena dibalik seni teater NTT, ada kekayaan Budaya NTT yang perlu dipertahankan.

Demikian disampaikan Piter Kembo selaku Ketua Panitia Penyelenggara Acara Seminar Workshop Seni Teater NTT di Aula Mesium Provinsi NTT pada Kamis, 07 September 2023.

“Mengemas Pertunjukkan Teater Berbasis Budaya Daerah NTT. Ini, kita selenggarakan dalam rangka untuk bagaimana kedepannya akan terus berkembang. Bukan ditinggal mati suri. Melalui Workshop Seni Teater, Kita Dukung Pemerintah Dalam Upaya Pemajuan Kebudayaan Indonesia. Mengapa harus tema itu?, Karena sudah hampir dua puluhan tahun punah. Padahal, Kekayaan budaya Seni Teater yang kita kembangkan ini adalah kekayaan budaya NTT sendiri,” jelas Piter Kembo.

Menurut Piter Kembo, senit teater adalah salah satu seni bermain peran (drama, red) yang menyajikan cerita kehidupan nyata di atas pentas.

“Seni Teater ini, memiliki jalan cerita. Dan yang biasa disajikan itu memiliki/mengandung pesan moral yang tersirat. Dan itu bisa dijadikan pelajaran kehidupan oleh para penonton. Maka dari itu kita selaku pemerhati Budaya kita harap untuk akan terus berlanjut,” imbuh Piter.

Ia menjelaskan, ada sejumlah makna dibalik sebuah teater entah teater modern maupun teater klasik (tradisi, red) antara lain yaitu mengungkap wacana kearifan lokal, sehingga merupakan sarana pewarisan ilmu hidup atau nilai-nilai kebaikan. Berikut, teater modern yang mengadopsi pola barat sebagai referensi. Kehadirannya adalah bagian dari produk kesenian yang menuju pada industri. Bentuk teater modern Indonesia yaitu teater modern konvensional, teater modern dengan pembaharuan dan teater modern kontemporer.

Sedangkan nilai dan konsep dalam senit eater yaitu nilai didik, nilai sejarah, nilai budaya dan nilai religius. “Oleh karena itu, dari rangkaian acara ini,  kita harap kedepan banyak Seni Teater ini akan terus dikembangkan dan di lestarikan di NTT,” tandas seniman NTT itu.

Sementara dalam penyampaian materi seminar Workshop yang disampaikan Drs. Agustinus Beda Ama, S.Sn., M.Si menyatakan bahwa “Berteater tidak hanya berkarya secara individu, tetapi berteater merupakan berkarya secara bersama-sama,” jelasnya.

Lanjut Drs. Agustinus Beda Ama menuturkan bahwa, pada hakikatnya, seni teater tak dapat terpisahkan oleh kolektivitas sebab, unsur kebersamaan selalu melekat di dalam proses pementasan teater. Apabila berteater hanya mengandalkan individualitas, maka proses berkesenian teater tak akan berjalan baik dan berhasil.

“Dunia keteateran juga jarang digeluti oleh mahasiswa umum. Oleh sebab itu, kami berupaya menyelenggarakan workshop ini dengan tujuan agar mengenalkan proses teater dan menjunjung tinggi seni teater di ranah mahasiswa,” tandas Seniman dan Pemerhati Budaya itu.

Ia menjelaskan, didalam dunia teater, seseorang dapat mempelajari dimensi kesenian yang berkolaborasi menjadi satu kesatuan: dimensi seni rupa, musik, mau pun sastra, jelasnya.

Pementasan teater tak hanya mengandalkan teks drama yang diwujudkan dalam lakon pementasan. Setting tempat yang mengunggulkan dimensi seni rupa menjadikan seni teater kaya akan estetika. Selain itu, dengan komposisi musik yang variatif-relevan dengan situasi kondisi dalam teks drama akan membangkitkan suasana teater lebih hidup.

“Dengan belajar seni teater, maka kita akan belajar pula tentang kehidupan sosial dan arti kebersamaan,” tambahnya. (Bang Gusty)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *