Spiritnesia.com, Kupang – Bank Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) semakin menegaskan posisinya sebagai aktor kunci dalam pembenahan tata kelola Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal NTT. Melalui skema pembiayaan baru yang lebih murah, terintegrasi, dan berorientasi perlindungan, Bank NTT diproyeksikan menjadi tulang punggung sistem pembiayaan PMI yang aman dan berkelanjutan di tahun 2026.
Direktur Utama Bank NTT, Charlie Paulus, mengungkapkan bahwa skema kredit yang disiapkan menawarkan bunga lebih rendah dibandingkan pola pembiayaan konvensional yang selama ini diakses calon PMI. Selain itu, mekanisme pengembalian kredit dirancang agar tidak menjadi beban finansial bagi keluarga di daerah asal.
“Pengembalian dilakukan melalui pemotongan gaji secara proporsional setelah PMI bekerja. Dengan begitu, keluarga di kampung tidak terbebani cicilan,” kata Charlie di Kupang, Selasa (20/1/2026).
Peran Bank NTT juga diperluas hingga fase pasca-penempatan. Saat ini, Bank NTT tengah menjajaki kerja sama dengan perbankan internasional, termasuk di Jepang, agar remitansi gaji PMI dapat langsung ditransfer ke rekening Bank NTT. Langkah ini bertujuan agar hasil kerja PMI dapat dikelola secara produktif untuk pendidikan maupun pengembangan usaha keluarga.
Dalam aspek tata kelola, Charlie menegaskan prinsip selektif yang ketat. “Kami tidak kompromi. Bank NTT hanya membiayai lembaga pelatihan dan penyalur yang legal, kredibel, dan bertanggung jawab,” tegasnya.
Sejalan dengan penguatan peran perbankan tersebut, Gubernur NTT Melki Laka Lena mengumumkan penerapan kebijakan satu pintu keberangkatan PMI melalui Kota Kupang. Seluruh PMI asal NTT kini wajib diberangkatkan dari ibu kota provinsi guna memastikan legalitas dan pengawasan maksimal.
“Kebijakan satu pintu ini tidak bisa dilepaskan dari peran Bank NTT. Pembiayaan, pengawasan, hingga keberangkatan akan terintegrasi dalam satu sistem,” ujar Melki.
Gubernur menambahkan bahwa kebijakan ini diharapkan mampu memicu penguatan ekosistem ekonomi daerah, termasuk peluang pembukaan rute penerbangan internasional dari Bandara El Tari Kupang serta peningkatan layanan keimigrasian.
Direktur Utama PT AP Bali Konsultan Bisnis, Dominika Aloysia Trom Trombine, menyambut baik keterlibatan Bank NTT. Menurutnya, dukungan ini memberikan kepastian jangka panjang bagi program pelatihan di LPK Musubu, khususnya untuk penempatan sektor kesehatan di Jepang.
“Dengan dukungan penuh Bank NTT, proses pelatihan dan penempatan menjadi lebih cepat, transparan, dan terjangkau. Ini meningkatkan kepercayaan peserta dan orang tua,” ungkap Dominika.
Gubernur Melki Laka Lena menyimpulkan bahwa kolaborasi ini menandai babak baru pengelolaan tenaga kerja NTT yang lebih bermartabat. “Bank NTT kini berdiri di garis depan perlindungan PMI. Ini langkah besar untuk memastikan mereka berangkat secara legal dan pulang membawa manfaat nyata bagi daerah,” pungkasnya.





