Beranda / Pertanian / Eksotika Dataran Tinggi Saenam: Memadukan Keindahan Alam dan Inovasi Pertanian di Jantung Timor

Eksotika Dataran Tinggi Saenam: Memadukan Keindahan Alam dan Inovasi Pertanian di Jantung Timor

SPIRITNESIA.COM, NUNKOLO, TTS – Desa Saenam, yang terletak di Kecamatan Nunkolo, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), kini semakin mempertegas posisinya sebagai salah satu wilayah dataran tinggi paling ikonik di Pulau Timor. Memiliki topografi berbukit dengan formasi bebatuan karang yang khas, desa ini menyimpan potensi ekowisata dan pertanian yang menjanjikan.

Secara geografis, Desa Saenam berada di ketinggian dengan karakteristik tanah berwarna merah-hitam yang bertekstur kasar. Meski memiliki kontur perbukitan yang curam, kondisi alam ini justru memberikan nilai estetika luar biasa. Hamparan perbukitan yang menantang tersebut dinilai sebagai modal utama untuk pengembangan sektor ekowisata di masa depan.

Di tengah tantangan alam tersebut, sektor pertanian tetap menjadi tulang punggung ekonomi bagi masyarakat setempat. Guna mendorong perubahan dari sistem pertanian subsisten menuju kemandirian pangan, aparatur desa mulai menunjukkan langkah nyata melalui inovasi lapangan.

Kepala Desa Saenam, Edwar Tualaka, S.H., memberikan apresiasi tinggi terhadap terobosan yang dilakukan oleh perangkat desanya. Ia secara khusus memuji Yakobus Tualaka, S.P., yang menjabat sebagai Bendahara Desa, atas dedikasinya di sektor pertanian.

“Yakobus Tualaka adalah perangkat yang inovatif dan kreatif, khususnya di bidang pertanian. Kerja nyatanya telah membuahkan hasil, di mana saya bersama jajaran Forkopimcam Nunkolo telah melakukan panen perdana secara berulang kali di lahan percontohan yang ia kelola,” ujar Edwar Tualaka, ketika di temui di kediamannya pada, Senin, 19/01/2026.

Keberhasilan ini diharapkan menjadi stimulan bagi warga desa. Sebagai seorang sarjana pertanian (S.P.), Yakobus Tualaka menegaskan bahwa perannya sebagai perangkat desa tidak hanya sebatas administrasi di kantor, tetapi juga harus menjadi teladan di lapangan.

“Selaku perangkat desa, saya harus menunjukkan contoh yang baik dan benar. Dengan adanya bukti nyata di lahan pertanian, masyarakat bisa melihat langsung hasilnya dan terdorong untuk mengikuti langkah inovatif ini,” pungkas Yakobus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *