Perkuat Kaderisasi, KMK-BSB FKIP Undana Adakan Masa Penerimaan Anggota Baru

Oplus_131072

Spiritnesia.com, Kupang – Keluarga Mahasiswa Katolik Bunda Segala Bangsa (KMK-BSB), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Nusa Cendana (UNDANA), Kupang  mengadakan kegiatan Masa Penerimaan Anggota Baru (MPAB), di Taman Doa Getzemani Fatukuo, pada Rabu, 10/04/2024.

 

Kegiatan MPAB periode 2023-2024 tersebut berhasil dilaksanakan dengan total peserta 25 anggota. Dan kegiatan MPAB tahun ini berusungkan Tema “Melahirkan Kader yang Militan Dalam Mengemban Tugas dan Tanggung Jawab di Era Digital.”

Menurut Ketua Umum KMK-BSB Dominikus D. Sogen, MPAB ini kita awali dengan seremonial pelepasan yang bertempat di Sekretariat KMK-BSB Jln. Sanjuan IV Penfui Kupang. Setelah itu rombongan badan pengurus dan calon peserta meninggalkan Sekretariat dan tiba di lokasi kegiatan pada pukul 16.44.

Ia menyampaikan bahwa dengan mengikuti MPAB sebagai tujuan pengkaderan organisatoris maka organisasi harus tetap mempertahankan eksistensinya karena organisasi pada masa kini mengalami krisis pengkaderan di era digital yang mana orang lebih banyak menikmati hasil yang ada tanpa membutuhkan proses yang panjang.

“Selamat datang dan selamat berproses untuk selama beberapa hari ke depan sampai selesai kepada peserta baru,” ujarnya.

Selanjutnya kegiatan tersebut dilanjutkan dengan Misa pembukaan kegiatan MPAB yang di pimpin langsung oleh Rd. Patricius Neonnub, S.Fil., M Phil.

Rd. Patriciuz dalam kotbahnya mengatakan bahwa peran pemuda dalam menghadapi keraguan dalam dunia informasi terutama tentang kerohanian.

“Kita bisa memilah makna di gereja katolik dan mendapatkan rekonsiliasi, menerima ekaristi dan kemudian menyebarkan bahwa saya adalah pengikut Kristus,” tutur Rd. Patriciuz.

Beliau juga berpesan agar peserta baru memaknai apa yang menjadi motivasi dan tujuan mereka masuk ke dalam wadah ini terutama dalam suasana sekarang ini yang sangat minim kader.

Selanjutnya pidato yang mewakili OKP yang dibawakan oleh Ketua Umum KMK SPM FAPET UNDANA Kupang, menjelaskan bahwa ada istilah dalam proses MPAB yaitu Ramu, Rakit dan Pasang.

Ramu yang artinya peserta baru dicari oleh teman-teman panitia sehingga dapat berkumpul di tempat kegiatan ini, sementara Rakit artinya mengikuti proses selama kegiatan dimana terbentuk, terbentur baru bisa terbentuk dan Pasang artinya dalam KMK kita tidak sendiri karena KMK adalah Keluarga Mahasiswa Katolik di mana rumah sudah punya keluarga tetapi di kampus kita membentuk keluarga baru dan kita sering menjunjung tinggi nilai kristianitas,” jelasnya.

Selanjutnya pidato yang mewakili senior dalam hal ini disampaikan oleh Apolinaris Naikteas, berpesan kepada seluruh anggota untuk menikmati proses yang ada. Sebab ada kalanya kita sering mendengar mindset bahwa kegiatan MPAB artinya di siksa.

“Tetapi perlu digaris bawahi bahwa hal itu bukan merupakan penyiksaan melainkan sebuah proses bagaimana kita mengenal sebuah wadah karena kalau mengikutinya dengan baik maka kita mengenal wadah itu dengan baik, tetapi jika mengikuti proses dengan melawan maka kita tidak akan mengerti soal KMK-BSB,” ucap Aplonaris.

Pada momen kegiatan selanjutnya, Arwindo FX Thius dalam hal ini mewakili Alumni. Dalam pidatonya ia mengajak peserta baru agar berlomba-lomba membina diri dengan cara tersendiri untuk mengikuti kegiatan ini.

“Karena segala sesuatu yang terjadi bukanlah sebuah cerminan tetapi proses bahwasanya proses tersebut tidak akan mengkhianati hasil. Kalau merasa dikhianati berarti belum selesai berproses,” pungkasnya.

Beliau juga berpesan kepada seluruh Ketua organisasi KMK KAK untuk berdiskusi terkait krisis pengkaderan sehingga bisa mendapatkan solusi dalam menghadapi krisis ini. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *