Kiamat Ekologis di Depan Mata, Allan Eden: Jangan Paksa Mahasiswa Turun ke Jalan Segel Tambang!

SPIRITNESIA.COM, KUPANG – Genderang perang terhadap perusakan lingkungan resmi ditabuh. Ikatan Mahasiswa Nangapanda Kupang (IMAN Kupang) mengeluarkan peringatan keras kepada Pemerintah dan DPRD Kabupaten Ende untuk segera menghentikan total aktivitas tambang galian C di Kecamatan Nangapanda. Jika suara rakyat tetap dianggap angin lalu, mereka mengancam akan melumpuhkan jalanan dengan aksi demonstrasi besar-besaran.

Ketua Umum IMAN Kupang, Allan Eden, dengan nada bicara berapi-api menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam melihat tanah kelahiran mereka dieksploitasi tanpa ampun. Baginya, aktivitas tambang tersebut bukan lagi sekadar urusan izin, melainkan ancaman nyata bagi keselamatan nyawa masyarakat.

“Kami mendesak pemerintah untuk segera menutup tambang galian C di Nangapanda! Jangan tunggu alam mengamuk atau rakyat mati kelaparan karena lahan mereka rusak. Jika aktivitas ini terbukti menghancurkan ekosistem dan merampas sumber penghidupan warga, maka haram hukumnya dibiarkan beroperasi!” tegas Allan Eden dalam pernyataan resminya, Selasa (24/02/2026).

Keresahan mahasiswa ini bukan tanpa alasan. Berdasarkan laporan masyarakat, aktivitas tambang tersebut diduga kuat telah merusak lahan pertanian produktif dan mencemari sumber air bersih yang menjadi urat nadi kehidupan warga Nangapanda. Ironisnya, meski polemik ini sudah sampai ke meja rapat terbuka DPRD Kabupaten Ende, tindakan nyata di lapangan masih nihil.

Allan Eden memberikan ultimatum bahwa diplomasi memiliki batas. Jika pemerintah terus “main mata” dengan pengusaha tambang atau lamban bertindak, IMAN Kupang siap mengambil langkah radikal melalui jalur jalanan.

“Jangan paksa kami mengambil langkah ekstrem. Jika dalam waktu dekat tidak ada langkah konkret, kami siap turun ke jalan! Demonstrasi adalah hak konstitusional kami untuk merebut kembali ruang hidup rakyat yang sedang dijarah,” lanjutnya dengan penuh penekanan.

Sebagai langkah awal sebelum “meledak” di jalanan, IMAN Kupang berencana menggeruduk Kantor Dinas ESDM Provinsi NTT untuk membongkar borok perizinan dan dokumen AMDAL yang dianggap bermasalah. Mereka menuntut transparansi total mengenai legalitas dan mekanisme pengawasan yang selama ini tampak tumpul.

Kini bola panas ada di tangan pemerintah. Akankah mereka berpihak pada kelestarian lingkungan dan keselamatan rakyat, atau justru membiarkan Nangapanda terus “dihisap” hingga hancur demi pundi-pundi segelintir orang? IMAN Kupang memastikan tidak akan mundur sejengkal pun hingga tambang tersebut berhenti beroperasi.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *